Kamis, 07 November 2013

SINOPSIS Drama Korea Pink Lipstick


Pink Lipstick - Drama Korea TerbaruSinopsis Pink Lipstick - Drama Korea :
Yoo Ga Eun (diperankan oleh Park Eun Hye) adalah seorang gadis baik hati yang berpacaran dan kemudian menikah pacarnya, Park Jung Woo (diperankan oleh Lee Joo Hyun) . Namun, dia kemudian menemukan bahwa suaminya berselingkuh dengan sahabatnya, Kim Mi Ran (diperankan oleh Seo Yoo Jung) , dan bahwa anak angkat mereka sebenarnya adalah anak dari hasil hubungan Jung Woo dan Mi Ran. Untuk membalas dendam pada mereka, Yoo Ga Eun kawin dengan Maeng Ho Geol (diperankan oleh Dok Go Young Jae), pedagang pakaian yang kaya raya, dan dengan hati-hati menyusun rencana untuk menghancurkan Jun Woo dan Mi Ran. Pada saat yang sama, Yoo Ga Eun bertemu dengan Ha Jae Bum (diperankan oleh Park Kwang Hyun), yang sangat mencintai Ga Eun. Jae Bum berjanji untuk selalu berada disisi Ga Eun, tak tidak peduli apapun yang dia lakukan.

Pink Lipstick - Drama Korea


Para Pemeran Drama Korea Pink Lipstick :

Pemeran utama :
  • Park Eun Hye sebagai Yoo Ga Eun
  • Lee Joo Hyun sebagai Park Jung Woo
  • Seo Yoo Jung sebagai Kim Mi Ran
  • Park Kwang Hyun sebagai Ha Jae Bum

Keluarga Yoo Ga Eun :

  • Nam Il Woo sebagai Yoo Dong Gook (ayah)
  • Kim Young Ran sebagai Jung Hae Shil (ibu)
  • Moon Ji Yoon sebagai Yoo Sung Eun (saudara laki-laki)
  • Kim Min Jwa sebagai Yoo Young Eun (saudara perempuan)

Keluarga Park Jung Woo :
  • Oh Mi Yeon sebagai Han Bun Nyeo (ibu)
  • MayBee sebagai Park Jung Hee (saudara perempuan)
  • Kim Soo Jung sebagai Park Na Ri (anak Jung Woo dan Mi Ran)

Keluarga Kim Mi Ran :
  • Yoo Ji In sebagai Jung Mal Ja (ibu)

Orang Lain :
  • Dok Go Young Jae sebagai Maeng Ho Geol
  • Sung Woong sebagai Maeng Seo Jin
  • Lee Sang Hoon sebagai Yeo Ki Byul
  • Jung Yoo Chan sebagai Young Gyu
  • Baek Bo Ram sebagai Yoon Na Na
  • Lee Jung Yong sebagai Yong Kap
  • Song Ji Eun sebagai Kim Min Joo
  • Won Jong Rye sebagai Oh Soo Ji
  • Sung Hyuk
  • Kan Jong Wook


Foto Pemeran Drama Korea Pink Lipstick

Park Eun Hye
Park Eun Hye sebagai Yoo Ga Eun

Lee Joo Hyun
Lee Joo Hyun sebagai Park Jung Woo

Seo Yoo Jung
Seo Yoo Jung sebagai Kim Mi Ran

Park Kwang Hyun

Sabtu, 26 Oktober 2013

SINOPSIS SINGKAT FULL HOUSE


full_house3.jpg







Inilah drama seri Korea yang “best seller” dengan tema cerita sederhana, namun dikemas dengan sangat memikat. Drama ini termasuk salah satu ikon Korea yang membuat banyak orang yang dulunya tidak menyukai Korea, akhirnya kepincut abis untuk terus menyaksikan drama Korea yang lain.
Dikisahkan tentang Li Yeong-jae, seorang aktor yang parlente dan tengah naik daun. Dalam perjalanannya ke Shanghai untuk pembuatan film terbarunya dengan artis lokal,ia dan Han Ji-eun (seorang gadis biasa yang cenderung naif) bertemu di pesawat. Han Ji-eun yang baru pertama kali naik pesawat dengan cuek bertanya ini itu bahkan memuntahkan makanan ke baju Yeong Jae. Dari sinilah “perjodohan” mereka sebenarnya telah dimulai.
Setelah Ji-eun pulang ke Korea, ia kaget karena rumahnya Full House yang dibangun almarhum ayahnya telah dijual oleh sepasang sahabat karibnya– yang merupakan satu-satunya sahabat yang dia punya. Lebih kaget lagi, karena yang membeli adalah Yeong Jae lewat perantara manajernya. Karena kasihan dengan Ji-eun yang telah yatim piatu dan sempat jatuh sakit, serta tidak punya siapa-siapa (karena temannya kabur entah ke mana), Li Yeong-jae menampung Ji-eun di rumahnya. Tapi ada syaratnya, Han Ji-eun harus mau bekerja sebagai pembantu — bersih-bersih dan memasak — karena Ji-eun juga harus membayar utangnya kepada Yeong-jae yang dipinjamkannya waktu di Shanghai.
Di sisi lain, Yeong-jae mencintai temannya semenjak kanak-kanak Hui-yuan yang juga menjadi desainer Yeong-jae. Namun ia bertepuk sebelah tangan, karena Hui-yuan justru mencintai seniornya Liu Mingge yang juga merupakan teman sepermainan Yeong-jae dan Hui-yuan sedari kecil.
Karena kesal cintanya ditolak, Yeong-jae melamar Ji-eun. Ji-eun yang tidak tahu apa-apa menolak mentah-mentah. Tapi ia luluh juga, karena ia diiming-imingi mendapatkan Full House. Ji-eun akhirnya setuju, karena perkawinan itu cuma kontrak 6 bulan, punya perjanjian tidak mencampuri kehidupan pribadi masing-masing, tidak ada kontak fisik, mendapatkan gaji sebagai istri, dan paling menggiurkan adalah mendapatkan Full House kembali. Perjanjian bisa batal– terutama hak mendapatkan Full House, jika membocorkan hal kawin kontrak ke pihak lain.
Sangat masuk akal, tinggal serumah, bertemu setiap hari,menumbuhkan benih-benih cinta di antara Li Yeong-jae dan Han Ji-eun. Meskipun pertemuan terbesar mereka adalah bertengkar, tidak mampu menghambat tumbuhnya benih cinta di antara keduanya. Bahkan Li Yeong-jae mencari-cari alasan untuk memperpanjang kontrak perkawinan menjadi 3 tahun.
Dalam perjalanannya, Han Ji-eun yang berprofesi sebagai penulis novel bertemu dengan Liu Mingge, orang kaya yang mempunyai perusahaan penerbitan. Bisa ditebak Liu Mingge yang sebelumnya acuh tak acuh dengan perempuan yang hanya mengejar-ngejarnya karena ketampanan dan kekayaannya, tergila-gila dengan Han Ji-eun yang polos.
Pertarungan pun dimulai. Liu Mingge yang geram melihat Li Yeong-jae yang sering menyia-nyiakan Ji-eun karena sibuk mengejar cinta Hui-yuan, berusaha menyenangkan dan selalu menjadi tempat curhat bagi Ji-eun. Li Yeong-jae pun dibakar api cemburu, meski di sisi lain tidak mau melepaskan Hui-yuan. Sedangkan Hui-yuan memanfaatkan Yeong-jae sebagai pelarian setelah cintanya ditolak Liu Mingge. Ia bertekad menghancurkan rumah tangga sahabat karibnya itu dan membawa kembali cinta Li Yeong-jae untuknya.
Meski sering bertengkar, berpisah dalam waktu lama dan “bercerai”, tidak membuat bara cinta antara Li Yeong-jae dan Han Ji-eun padam. Bahkan semakin menjadi-jadi. Cinta yang dipupuk oleh kebersamaan dan waktu itu membuat mereka akhirnya dipersatukan dalam mahligai rumah tangga yang seutuhnya dan sesungguhnya.
Para pemain Full House :
full-house2l.jpg

Rain Bi berperan sebagai Li Yeong-jae.
Li Yeong-jae digambarkan sebagai seorang aktor yang populer, dipuja banyak gadis, namun mempunyai kepribadian yang masih labil, bahkan cenderung masih kekanak-kanakan. Ini terlihat dari cara ia memperlakukan Han Ji-eun istrinya yang sering diperlakukan dengan tidak adil. Namun kekuatan cinta mengajarkannya untuk bisa berkorban dengan cara menjauh dan meninggalkan Ji-eun dengan tujuan istrinya tak bakal menderita lagi karenanya.



Song Hye-Gyo sebagai Han Ji-eun
Berperan sebagai gadis biasa yang cenderung naif,polos, jujur dan apa adanya. Meski sering dikatakan bodoh (burung bodoh) dan tidak mempunyai bakat dalam menulis oleh Yeong-jae, ia tidak pernah putus asa. Dengan bimbingan Liu Mingge, akhirnya ia bisa menjadi penulis novel sekaligus penulis skenario film yang laris dan berbakat. Dalam hati dan pikirannya ia tetap setia menyimpan cintanya rapat-rapat hanya untuk Yeong-jae, meski ada tawaran cinta tulus dari Liu Mingge.



Kim Sung-soo sebagai Liu Mingge
Dalam film ini ia berperan sebagai anak konglomerat yang kesepian jauh dari sanak saudara dan orang tua yang sibuk berbisnis di luar negeri. Ia mapan dan dikejar-kejar banyak wanita, tak terkecuali Hui-yuan yang hanya dianggap adik oleh Mingge. Sifat playboy-nya mendadak hilang setelah bertemu dengan Ji-eun yang tak peduli dangan kekayaan dan ketampanannya. Ji-eun tulus bersimpati untuk berteman dengan Liu Mingge, bahkan menemani Mingge saat ia berulang-tahun.



Han Eun-jung sebagai
Kurang lebih sama dengan karekter Liu Mingge, Hui-yuan adalah anak orang kaya yang juga kesepian. Kesibukannya sehari-hari adalah mengelola butik miliknya dan konsultan designer bagi Yeong-jae. Semula ia mencintai Liu Mingge yang suka melindunginya sewaktu kecil dari gangguan bocah laki-laki lain. Tapi karena ditolak, ia berbalik mengejar Yeong-jae yang kemudian disadarinya sebagai pelindung sejatinya. Ia tidak mau melepaskan Yeong-jae, meski tahu sahabatnya itu sudah menikah. Bahkan ia menantang Ji-eun untuk memenangkan cinta Yeong-jae

SINOPSIS SINGKAT DREAM HIGH EPISODE 1


CastSuzy as Go Hye Mi
Kim Soo Hyun as Song Sam Dong
Taecyeon as Jin Gook / Hyun Shi Hyuk
Ham Eun Jung as Yoon Baek Hee
Jang Woo Young as Jason
IU as Kim Pil Sook

Sinopsis:
Menceritakan kisah enam siswa di Sekolah Tinggi Seni Kirin yang bekerja untuk mencapai impian mereka menjadi bintang musik dalam industri musik Korea.
Go Hye Mi (Suzy) adalah seseorang yang terpaksa masuk di Kirin karena di paksa seorang penagih hutang agar dirinya bisa bersekokah di Kirin dan menjadi seorang bintang yang sukses. Hye Mi mempunyai sifat yang dingin serta tidak punya perasaan, sebelumnya dirinya mendaftar di Kirin dengan temannya Yoon Baek Hee (Ham Eun Jung) namun dirinya mengkhianati Baek Hee, sehingga yang diterima hanya Baek Hee dan Hye Mi tidak.

Namun tidak disangka  Jung Ha Myung (Bae Yong Joon) president Kirin mengirimkan Kang Oh Hyuk (Uhm Ki Joon) untuk mencari Hye Mi, Song Sam Dong, dan Jin Gook karena mereka dianggap mempunyai kemampuan. Hye Mi akhirnya menyusul Song Sam Dong yang tinggal di pedesaan dirinya tidak mau ke Kirin karena mengkhawatirkan ibunya, Sam Dong sudah menyukai Hye Mi sejak pertama kali Sam Dong melihat Hye Mi. Karena ibunya mengijinkan Sam Dong akhirnya berangkat ke Kirin. 

Sedangkan Ji Gook adalah seseorang anak yang mempunyai masalah dengan ayahnya, Jin Gook pun akhirnya bersedia masuk ke Kirin, sebelumnya Jin Gook dan Hye Mi pun sudah berteman karena Jin Gook yang menolong Hye Mi dari kejaran para rentenir. Mereka bertiga pun akhirnya masuk ke Kirin namun mereka tidak satu kelas dengan murid2 yang lainnya mereka di dalam kelas yang berbeda dengan Kang Oh Hyuk sebagai gurunya.

Karena mereka bertiga tidak mempunyai tempat tinggal, mereka tinggal bersama2 di rumah Kang Oh Hyuk. Sejak awal Hye Mi pun tidak menyukai Kang Oh Hyuk karena dianggap sebagai penyebab rumah tangga orang tuanya hancur, namun setelah mengetahui ketulusan guru Kang Oh Hyuk, Hye Mi pun tidak membencinya kembali. Yoon Baek Hee yang dulu adalah teman dari Hye Mi nantinya akan menjadi saingan Hye Mi di Kirin karena Hye Mi pernah mengkhianatinya.

Jin Gook adalah teman kecil dari Hye Mi, Jin Gook sangat tulus pada Hye Mi. Namun pada akhirnya Hye Mi sadar bahwa ada orang lain yang dicintainya karena orang itu selalu berada di dekat dan selalu menemaninya Hye Mi.... Mereka semua berusaha mewujudkan impiannya untuk menjadi bintang besar...







SINOPSIS SINGKAT DRAMA KOREA HE IS BEAUTYFUL





Kisahnya dimulai ketika sebuah boyband idola Korea bernama A.N.Jell menghadapi masalah serius lantaran vokalis utamanya Hwang Tae-kyung (Jang Geun-suk) mengalami gangguan suara. Hal itu menimbulkan masalah serius bagi kelangsungan A.N.Jell yang beranggotakan 3 personel itu sehingga manajemen artis mereka ingin memasukkan seorang vokalis baru sebagai personel keempat boyband tersebut.

Seorang lelaki muda bernama Go Mi-nam berhasil lolos audisi untuk personel baru AN.Jell. Namun belum sempat berkiprah bersama band tersebut, Mi-nam harus pergi ke Amerika untuk menjalani operasi mata. Manajer Mi-nam tidak mau membiarkan masa depan artis asuhannya berantakan sehingga meminta saudara kembarnya berpura-pura sebagai Mi-nam. Tetapi saudara kembarnya, Go Mi-nyu itu adalah perempuan dan sedang menjalani pelatihan untuk menjadi biarawati.

Demi masa depan dan impian Mi-nam, Mi-nyu akhirnya setuju menyamar sebagai lelaki selama Mi-nam menjalani proses penyembuhan operasinya itu. Akhirnya Mi-nyu menjadi personel AN.Jell walau tidak disukai Tae-kyung, namun untunglah dua personel lain, Kang Shin-woo (Jung Yong-hwa) dan Jeremy (Lee Hong-ki) telah menerimanya sejak awal. Masalah kemudian timbul karena Mi-nyu yang tetap bertekad akan menjadi biarawati ternyata menemukan dirinya jatuh cinta kepada Tae-kyung. Tidak hanya itu, Jeremy dan Shin-woo jatuh cinta kepada Mi-nyu.

SINOPSIS GU FAMILY BOOK (Kang Chi, the Beginning) Episode 1-Bagian 1


Sinopsis Gu Family Book (Kang Chi, the Beginning) Episode 1-Bagian 1

ibxJMYhCThfW3U
“Ini adalah gunung misterius. Tidak terjamah kaki manusia. Tempat di mana makhluk gaib yang melindungi gunung kadang-kadang menampakkan diri. Tempat yang disebut Taman Cahaya Bulan. Dalam taman ini, makhluk gaib pelindung Gunung Jiri telah tinggal selama seribu tahun.”
shot0001 shot0002
Dan ke tempat inilah biksu So Jung pergi. Ia mencari Wol Ryung. Nampaknya mereka berteman akrab. Namun Wol Ryung yang dicarinya tidak tampak di manapun. Biksu itu menyadari sesuatu.
“Tidak, mungkinkah dia…,” katanya khawatir.
shot0015 shot0017
Seseorang melewati hutan dengan sangat cepat. Lompatannya ringan namun sangat tinggi melebihi pohon-pohon yang tertinggi sekalipun. Dialah Wol Ryung, pelindung Gunung Jiri.
Wol Ryung mendengar suara genderang ditabuh. Ia tertarik mendengar suara keramaian itu dan melihat ada keramaian pesta di tengah kota di bawah gunung. Wol Ryung tersenyum senang.
shot0034 shot0037
Di tengah pesta, seorang wanita cantik menabuh 5 genderang yang disusun berkeliling. Ia menari dan berputar sambil memukul genderang bergantian.
Wol Ryung berlari mendekati tempat pesta. Ia melihat sebuah rombongan “tak biasa” mendekati tempat pesta. Rombongan itu adalah kerangkeng kayu berisi 3 manusia. Dua orang gadis dan seorang pemuda. Mereka dibawa ke luar tempat pesta oleh beberapa pengawal.
shot0054 shot0063
Kerangkeng dibuka dan pengawal menyuruh mereka turun. Ketiganya diam saja, tapi akhirnya salah seorang gadis turun dari kerangkeng. Gadis yang satunya sepertinya wanita terhormat, namun pakaiannya bernoda darah. Pengawal tak sabaran dan menarik kaki gadis itu hingga gadis itu terjatuh ke tanah. Wol Ryung heran melihat kejadian itu. Ia mengamati dari atas pohon tak jauh dari sana.
“Nona!” seru gadis yang pertama turun menghampiri gadis yang jatuh. Rupanya ia seorang pelayan.
“Kakak, apa kau tidak apa-apa? Apa kau terluka?” seru si pemuda khawatir. Ia adik dari gadis yang terjatuh tadi. Lalu ia memarahi pengawal yang tadi menarik kakaknya.
shot0074 shot0076
Pengawal itu menertawakan si pemuda. Menyebutnya keturunan pengkhianat dan menyuruhnya berhenti bersikap seperti bangsawan.
Pemuda itu membentaknya seperti seorang atasan membentak bawahan. Pengawal itu marah dan mencengkeram pakaian pemuda itu. Sang pelayan berusaha menolong tuan mudanya.
“Lepaskan dia! Tidak bisakah kau memiliki sedikit perasaan? Siapa yang mengurus seluruh keluargamu selama ini? Bukankah Tuan kita? Bagaimana bisa kau berubah begitu drastis?” kata si pelayan.
shot0084 shot0088
Pengawal itu bertambah kesal dan menghempaskan di pemuda ke tanah. Ia lalu mengetuk pintu tempat pesta. Dua orang pelayan muncul. Pengawal itu berkata ia sudah melakukan tugasnya dan menyerahkan ketiga tawanan pada mereka.
Pelayan yang wanita menghampiri ketiganya dan menyuruh mereka masuk.
“Tempat apa ini?” tanya sang nona. Ia adalah Yoon Seo Hwa.
shot0092 shot0096
“Tempat apa? Apa kau tidak tahu apa itu Chunhwagwan?” tanya si pelayan.
“Chunhwagwan?! Bukankah itu tempat gisaeng?” kata Dam, si pelayan, kaget.
Seo Hwa juga tahu tempat apa itu Chunhwagwan. Ia nampak marah.
shot0097 shot0100
Sementara itu wanita penabuh genderang telah menyelesaikan tariannya dengan sempurna. Ia mendapat tepuk tangan yang meriah. Ia adalah Kepala Gisaeng Chunhwagwan, Chun Soo Ryun. (beda banget kan sama perannya di Naughty Kiss sebagai ibu Seung Joo?^^)
Di luar, Seo Hwa bersikeras tidak mau masuk. Kepala pelayan berkata Seo Hwa telah dijual sebagai gisaeng negara. Jika menolak maka akan dihukum mati.
“Bunuh saja aku! Aku lebih baik mati daripada masuk ke sana!”
shot0118 shot0122
“Dengar ya, aku benar-benar sibuk sekarang karena ada pesta pejabat. Jadi masuklah selama aku masih meminta baik-baik. Cepat masuk!” kepala pelayan tak sabar lagi dan mulai menarik Seo Hwa.
“Lepaskan aku! Sudah kubilang aku tidak mau masuk!” kata Seo Hwa tegas. Dam dan Yoon (adik Seo Hwa) membantu Seo Hwa agar kepala pelayan melepaskannya.
“Keributan apa ini?!” terdengar suara wanita yang sangat tegas. Mereka semua menoleh.
Gisaeng Chun keluar bersama para pengawalnya. Ia mengamati ketiga orang di hadapannya. Hanya si gadis bangsawan yang berani menatapnya balik dengan berani dan penuh tekad.
shot0130 shot0131
“Mereka anak siapa?” tanyanya pada kepala pelayan.
“Anak wakil menteri Yoon, yang baru-baru ini dieksekusi karena pengkhianatan,” kata kepala pelayan.
“Pengkhianat? Kalau begitu mereka anak-anak pengkhianat negara,” kata Gisaeng Chun.
“Hati-hati kalau berbicara,” ujar Seo Hwa marah. “Ayah kami telah difitnah dan dijebak! Beliau tidak mungkin melakukan pengkhianatan.”
shot0133 shot0138
“Itu bukan urusanku,” sahut Gisaeng Chun dingin. “Pokoknya kau telah dijual sebagai gisaeng negara. Mulai sekarang kau harus mengikuti aturan gisaeng.”
“Tidak akan.”
“Terserah, kau tidak punya pilihan!”
“Tidak peduli bagaimanapun, aku tidak akan masuk! Tidak akan menjadi gisaeng rendahan,” kata Seo Hwa tegas.
“Gisaeng rendahan? Begitu ya….. Jang So!” Gisaeng Chun memanggil pelayannya. “Telanjangi dia!”
shot0141 shot0143
Seo Hwa tertegun. Para pengawal Gisaeng Chun mengelilingi mereka bertiga. Tanpa ragu, Jang So merobek pakaian luar Seo Hwa.
“Nona!” seru Dam kaget. Yoon berteriak agar mereka berhenti. Tapi mereka dipegangi oleh para pengawal Gisaeng Chun.
Jang So merobek rok Seo Hwa lalu merobek rok dalamnya. Tubuh Seo Hwa hanya terbalut pakaian dalam sekarang. Seo Hwa gemetar, menahan tangis, menahan amarah karena penghinaan yang dialaminya. Pelan-pelan ia menutupi tubuhnya dengan tangan. Tapi ia tetap berusaha menguasai dirinya dan menggenggam pakaian dalamnya erat-erat. Walau tubuhnya gemetar, tapi wajah Seo Hwa tetap wajah seorang wanita bangsawan, yang penuh harga diri.
shot0158 shot0164
“Ikat dia.” Kata Gisaeng Chun.
Para pengawal mengikat Seo Hwa pada sebatang pohon. Gisaeng Chun lalu memerintahkan agar Yoon dan Dam dikurung di gudang. Ia memerintahkan Seo Hwa tetap diikat sampai ia menyuruh melepaskannya, juga tidak boleh diberi makan dan minum tanpa perintahnya.
Seo Hwa menatap Gisaeng Chun, shock dan benci. Gisaeng Chun balik menatapnya, tidak terpangaruh sedikitpun, lalu masuk ke dalam. Para pengawal membawa Dam dan Yoon ke dalam, meninggalkan Seo Hwa sendirian di luar. Dam dan Yoon dikurung di gudang.
shot0176 shot0186
Kepala pelayan membereskan pakaian Seo Hwa yang berserakan. Seo Hwa bertanya sebenarnya apa yang terjadi, mengapa ia diikat?
“Apa kau tidak tahu kau diikat pada mohon apa? Itu pohon aib. Gadis dari keluarga bangsawan sepertimu yang keras kepala akan dijinakkan oleh pohon aib ini. Lepaskan harga dirimu sebagai bangsawan. Tinggalkan harga dirimu pada pohon itu. Saat pagi tiba, mintalah belas kasihan pada kepala gisaeng. Mintalah maaf. Atau kau akan menderita hal yang lebih buruk,” kepala pelayan menasihati.
Kepala pelayan lalu masuk meninggalkan Seo Hwa. Seo Hwa berusaha memanggilnya lagi tapi kepala pelayan tidak mempedulikannya.
“Bagaimana bisa….kau melakukan hal ini pada manusia? Tolong lepaskan aku! Tolong lepaskan aku!” serunya sambil menangis menyayat hati.
shot0193 shot0200
Wol Ryun mengamati semua kejadian tadi dan merasa tersentuh. Butiran-butiran cahaya biru seperti kunang-kunang melayang-layang di sekitarnya.
“Tidak, aku tidak bisa. Aku sudah berjanji pada So Jung untuk tidak ikut campur urusan manusia. Aku tidak bisa,” katanya pada diri sendiri. Ia beranjak pergi.
“Tolong aku….tolong aku…..” terdengar suara lirih Seo Hwa. Wol Ryung tidak jadi pergi. Ia tak tega melihat Seo Hwa yang terus menangis.
shot0205 shot0210
Kilas balik:
Seo Hwa pulang ke rumahnya dan melihat ayahnya berlutut di tanah dikelilingi para pengawal kerajaan. Ternyata Raja telah memberi perintah agar ayah Seo Hwa, Yoon Gi Soo, dihukum mati karena telah berkhianat.
shot0212 shot0213
Wakil Menteri Yoon terpana.
“Gwang Woon, mengapa kau menuduhku dengan tuduhan palsu seperti ini setelah persahabatan kita selama bertahun-tahun?” sesal ayah Seo Hwa.
Jo Gwang Woon tertawa sinis.
“Kau menyebutku teman tapi kau selalu menganggapku rendah karena asal-usulku. Itu sebabnya aku datang untuk memberikan pelajaran padamu. Kau tidak boleh memperlakukanku seperti itu.”
shot0219 shot0220
Ayah Seo Hwa menghela nafas panjang. Seo Hwa berteriak-teriak memanggil ayahnya tapi ia dipegangi oleh dua orang pengawal agar tidak mendekat. Jo Gwan Woong menoleh melihat Seo Hwa dengan licik. Ia lalu menghampiri ayah Seo Hwa dan berbisik.
“Jangan terlalu sedih. Aku akan membuat puteri kesayanganmu menjadi gisaeng negara dan memperlakukannya dengan baik. Aku bertanya-tanya apa rasanya tidur dengan wanita bangsawan dari keluarga terhormat?” Jo Gwan Woong tertawa.
Ayah Seo Hwa marah mendengar perkataan menghina seperti itu. Ia berteriak lalu menarik pedang dari seorang pengawal.
shot0231 shot0232
“AYAAAAAH!!!” teriak Seo Hwa.
Teriakannya terhenti saat darah memuncrat ke wajah dan pakaiannya. Ayahnya telah ditebas oleh Jo Gwan Woong. Seo Hwa shock melihat kematian ayahnya.
Jo Gwan Woong menoleh pada Seo Hwa sambil tersenyum menang. Air mata mengalir di pipi Seo Hwa. Ia berteriak histeris.
shot0246 shot0250
Benar-benar pria mengerikan. Jo Gwan Woon saat ini berada di dalam Chunhwagwan bersenang-senang dengan para gisaeng. Gisaeng Chun masuk menemuinya. Kelihatannya ia tidak menyukai Jo Gwan Woong tapi dengan sopan ia memberi hormat.
“Selamat, Tuan. Saya dengar Tuan dipromosikan menjadi pejabat senior ranking 5.”
“Cepat sekali. Begitu cepatnya rumor beredar,” ujar Gwan Woong senang. Tapi Gisaeng Chun tidak tersenyum sama sekali.
Gwan Woong berkata ia mendapat kenaikan pangkat setelah menangkap pengkhianat.
“Maksud Tuan, Wakil Menteri Yoon? Saya rasa Tuan pernah membawanya ke sini beberapa kali sebagai teman,” kata Gisaeng Chun.
“Kami pernah berteman. Walau aku berasal dari keluarga miskin, aku tetaplah pejabat negara. Aku tidak mungkin memihak pengkhianat walau dia temanku. Apa kau mengerti?”
“Tentu saja saya mengerti,” tatapan tajam Giseang Chun tidak pernah beralih dari Gwan Woong.
shot0264 shot0265
Gwan Woon berkata memikirkan Wakil Menteri Yoon tetap saja membuatnya sangat sedih. Karena itu ia datang menemui Gisaeng Chun. Ia telah membuat janji dengan Wakil Menteri Yoon sebelum beliau meninggal.
“Puteri Yoon Gi Soo, saat ia menjadi gisaeng negara, aku berjanji padanya menjadi pria yang menidurinya untuk pertama kali.”
Tentu saja Gisaeng Chun tahu Gwang Woon berbohong tapi ia tidak berani menentang.
“Karena itu aku ingin mengadakan ritual pertamanya sebagai gisaeng. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkannya?”
“Ia harus dilatih sebagai gisaeng dan didaftarkan. Sedikitnya membutuhkan waktu 2-3 bulan.”
Gwan Woong merasa itu terlalu lama. Ia memberi waktu 5 hari.
“Aku beri waktu 5 hari untuk mempersiapkannya.”
“Tapi Tuan….”
“Kubilang 5 hari! Mengerti?” Gwan Woon menatap Gisaeng Chun dengan tegas. Jelas ia tak mau dibantah.
shot0276 shot0277
Keesokan paginya Seo Hwa terbangun dan mendapati dirinya menjadi tontonan penduduk. Mereka menertawakannya dan menghinanya. Bahkan anak-anak kecil melemparinya dengan batu hingga kepalanya terluka.
Seo Hwa teringat perkataan kepala pelayan semalam mengenai pohon aib.
“Aku tidak akan menyerah karena ini. Tidak akan. Aku tidak akan menjadi gisaeng. Tidak akan!” ujarnya pada diri sendiri.
shot0284 shot0286
Tak jauh dari sana, Wol Ryung masih mengamatinya dari atas pohon. Hari-hari berlalu, Seo Hwa semakin lemah dan pucat. Sementara itu Wol Ryung masih bimbang apakah ia harus menolong Seo Hwa.















































Tiga hari berlalu dan Seo Hwa tetap belum menyerah. Tiga hari tanpa makan dan minum. Kepala pelayan bertanya apa yang akan Gisaeng Chun lakukan. Waktu yang diberikan Gwan Woon tinggal 3 hari lagi. Mendengar itu Gisaeng Chun yang awalnya bersikap tenang mau tak mau mulai berpikir.
shot0297 shot0301
Seo Hwa akhirnya jatuh pingsan. Tak tahan lagi, Wol Ryung turun dari pohon dan hendak menolong. Tapi seseorang menahannya. Biksu So Jung.

“Jika aku tahu kau ada di sini, aku tidak akan menjelajahi seluruh hutan,” gerutunya. “Hentikan, biarkan manusia yang menyelesaikannya (masalah Seo Hwa).”
“Tapi ini terlalu kejam, dan dia masih sangat muda. Dia diikat seperti itu sudah tiga hari.”
“Ya, dia masih muda. Dan benar, ini kejam. Tapi ini takdirnya. Kau seharusnya tidak ikut campur.”
shot0306 shot0310
Wol Ryung menoleh melihat Seo Hwa yang masih pingsan. Ia lalu melayang menuju Seo Hwa. So Jung melemparkan untaian tasbihnya ke arah Wol Ryung. Untaian tasbih itu melingkari pergelangan tangan Wol Ryung. Wol Ryung kehilangan kekuatannya dan terjatuh ke tanah.
“Apa kau sudah lupa janji yang kau buat denganku?” tanya So Jung.
 shot0315 shot0316
Wol Ryung tidak peduli. Ia sudah memutuskan ingin menolong Seo Hwa. So Jung menghalanginya dengan tongkat. Wol Ryung menepisnya berkali-kali. So Jung terpaksa melawannya.
Keduanya bertahan tidak mau mengalah. Wol Ryung berkata ia hanya ingin membantu anak malang yang tidak berdaya.
“Kau berjanji padaku kau tidak akan ikut campur urusan manusia!”
“Satu kali saja! Apa salahnya satu kali saja!”
“Pengecualian yang pertama adalah kesalahan yang paling utama. Sekalinya kau melakukan pengecualian, yang kedua dan ketiga menjadi lebih mudah, “So Jung terus bertahan.
shot0327 shot0330
Wol Ryung berteriak kesal sambil mencampakkan tongkat So Jung ke tanah.
“Berhentilah mengacaukan takdir manusia. Ingatlah bahwa kau sangat berbeda dengan manusia,” ujar So Jung.
Ia berjalan kembali menuju hutan. Tiba-tiba mata Wol Ryung menyala. Ia memungut tongkat So Jung lalu melemparnya kuat-kuat ke arah So Jung.
shot0333 shot0334
So Jung yang sedang memungut topinya untunglah cepat mengelak. Tongkat itu menancap di pohon. So Jung terkejut dan menatap Wol Ryung tak percaya, apakah Wol Ryung hendak membunuhnya?
Mata Wol Ryung kembali seperti semula. Ia terlihat lega. So Jung menoleh ke arah tatapan Wol Ryung. Di pohon menancap sebuah ular besar. Wol Ryung mendekati pohon dan mengulurkan tangannya ke arah ular itu. Ular itu perlan-pelan terurai menjadi serpihan-serpihan dan hilang terbawa angin.
shot0340 shot0341
Wol Ryung melirik temannya yang masih bengong.
“Bukankah aku baru saja mengacaukan takdirmu? Apakah aku sudah melewati batas yang seharusnya tidak kulewati?” tanyanya. Apakah tadi seharusnya ia tidak menolong So Jung jika itu yang dimaksud mengacaukan takdir?
Wol Ryung sekali lagi menegaskan ia hanya ingin membantu anak malang yang tidak berdaya. So Jung tidak bisa berkata apa-apa lagi. Wol Ryung berjalan menuju tempat Seo Hwa diikat. Tapi Seo Hwa sudah tidak ada. Hanya tersisa tali yang pernah mengikatnya. Wol Ryung menghela nafas panjang dan terlihat kecewa.
shot0349 shot0354












Seo Hwa membuka matanya. Dam yang khawatir menangis senang melihat nonanya sudah sadar. Tadinya ia kira nonanya akan mati karena demam semalaman. Seo Hwa melihat sekelilingnya. Ia berada dalam sebuah kamar.
“Di mana aku?”
“Apa maksud Nona? Tentu saja di Chunhwagwan. Kepala gisaeng berubah pikiran dan memerintahkan agar Nona dibawa masuk.”
Mendengar itu Seo Hwa segera bangkit. Ia menyuruh Dam minggir.
“Sudah kubilang walau aku mati, aku tidak akan masuk ke tempat ini. Cepat menyingkir, aku tidak akan pernah tinggal di tempat seperti ini.”
shot0355 shot0359
“Apa yang akan kaulakukan jika kau tidak tinggal di sini,” seru Gisaeng Chun yang sejak tadi mendengar di ambang pintu. “Sekalinya seorang gadis dijual menjadi gisaeng negara, ia tidak memiliki pilihan selain hidup sebagai gisaeng. Ia harus menjual minuman, tawanya, bahkan tubuhnya.”
“Aku lebih baik diikat di pohon aib. Lebih baik aku di sana dan mati,” kata Seo Hwa tegas. Ia bangkit berdiri dibantu oleh Dam karena tubuhnya masih sangat lemah.
shot0365 shot0369
Gisaeng Chun memberi isyarat pada kepala pelayan. Kepala pelayan membuka jendela. Seo Hwa terkejut melihat adiknya diikat dan dikelilingi beberapa pengawal.
Yoon malah senang melihat kakaknya tidak apa-apa. Gisaeng Chun bertanya lagi apakah Seo Hwa masih menolak menjadi gisaeng.
“Pikirkan baik-baik. Jawabanmu akan menentukan apakah adikmu akan hidup atau mati.”
“Kakak, jangan khawatirkan aku. Aku tidak peduli pada apa yang akan terjadi padaku. Jangan menjadi gisaeng!” seru Yoon.
Seo Hwa menatap Gisaeng Chun dengan penuh kebencian. Gisaeng Chun bertanya apa yang akan Seo Hwa lakukan.
“Kakak…!”
“Apa yang akan kaulakukan!”
shot0373 shot0375
Seo Hwa tidak menjawab. Gisaeng memerintahkan pukulan dilaksanakan. Tubuh Yoon ditelungkupkan di atas bangku kayu lalu di tutupi dengan tikar. Kemudai empat orang bergantian memukuli Yoon dengan tongkat.
Seo Hwa melihat adiknya dengan hati hancur. Yoon berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit walau darah mulai keluar dari mulutnya. Ia sama sekali tidak berteriak karena tidak mau Seo Hwa menyerah demi dirinya.
shot0395 shot0390
Melihat pukulan bertubi-tubi yang dialami adiknya dan tampaknya Yoon tak tahan lagi., Seo Hwa berteriak.
“Hentikan! Hentikan!”
Gisaeng Chun mengangkat tangannya menyuruh mereka berhenti.
“Lepaskan adikku. Aku…akan melakukan apapun yang kauinginkan. Lepaskan adikku.”
“Kakak!!” teriak Yoon.
Gisaeng Chun menyuruh kepala pelayan mendandani Seo Hwa. Yoon terus berteriak memanggil kakaknya sambil menangis.
shot0414 shot0416
Maka Seo Hwa mulai dipersiapkan untuk menjadi gisaeng. Ia dimandikan. Pundaknya ditato sebagai tanda ia adalah gisaeng negara. Seo Hwa menjalani semuanya seakan-akan ia sudah mati dan tak merasakan apapun lagi.
 shot0422 shot0423
Yoon telah dilepaskan dan bekerja sebagai pelayan di Chunhwagwan membantu Jang So. Jang So melihat Seo Hwa yang telah didandani melintas di depan mereka dan terkagum-kagum dengan kecantikannya yang seperti peri.
Yoon melihat kakaknya dengan sedih.
“Sayang sekali, mengapa harus Pejabat Jo,” keluh Jang So.
“Apa maksudmu? Pejabat Jo?”
“Maksudku Jo Gwan Woong. Ia akan tidur dengan kakakmu malam ini,” kata Jang So. Hmm...berarti banyak yang tidak menyukai Jo Gwan Woong. Ya iyalah…..
shot0437 shot0442
Yoon memberitahu Dam mengenai hal ini. Dam terkejut, pria yang menghancurkan keluarga Tuannya akan meniduri Nonanya malam ini? Yoon membenarkan. Gwan Woong tidak puas hanya dengan menghancurkan kelurga mereka dan sekarang hendak menodai kakaknya.
“Jadi, bisakah kau membantu kami, Dam?”
“Saya? Bagaimana caranya?”
Yoon membisikkan sesuatu. Dam terkejut. Jika ketahuan mereka akan berada dalam masalah besar.
“Aku tahu kau yang akan bertanggungjawab sendirian. Aku sendiri sangat terluka memintamu melakukannya. Tapi tidak ada lagi yang bisa melakukannya kecuali kau. Bagaimanapun juga kita harus menghentikan Jo Gwan Woong menodai kakakku.”
Yoon menggenggam tangan Dam dan memohonnya untuk menolong kakaknya.
shot0450 shot0452
Seo Hwa sedang didandani oleh kepala pelayan dan beberapa gisaeng. Mereka memuji kecantikan Seo Hwa.
“Apa gunanya cantik jika hanya menjadi seorang gisaeng rendahan?” kata seorang dari mereka. “Ia harus menuangkan minuman jika disuruh. Ia juga harus menyerahkan tubuhnya jika diminta.”
Mereka bertanya-tanya mengapa Seo Hwa melakukan ritual pertama padahal belum terdaftar secara resmi. Seorang dari mereka berkata itu semua karena Jo Gwan Woong. Jika Jo Gwan Woon tidak senang, ia bisa membunuh siapa saja. Bahkan Gisaeng Chun pun selalu berhati-hati jika berhadapan dengannya.
Mendengar nama pembunuh ayahnya, Seo Hwa tertegun. Kepala pelayan khwatir melihat reaksi Seo Hwa. Ia menyuruh para gisaeng itu keluar.
shot0461 shot0467
“Apa maksudnya itu? Jo Gwan Woong?” tanya Seo Hwa pada kepala pelayan. “Jangan-jangan….aku akan tidur dengannya?”
Kepala pelayan sebenarnya merasa iba pada Seo Hwa tapi ia berkata tidak ada yang bisa Seo Hwa lakukan. Ini semua karena Seo Hwa lahir dengan takdir buruk.
Masih tergambar di benak Seo Hwa bagaimana ayahnya tewas di tangan Jo Gwan Woong. Ia mengambil sebuah tusuk konde yang panjang. Dengan penuh tekad ia mengangkat tusuk konde yang tajam itu.
shot0476 shot0485
[Bersambung ke Bagian 2]
Komentar:
Woohooo….drama baru dengan feel yang cukup familiar (ingat shaman Ari yang ditarik 4 kuda pada eps 1 TMTETS? Atau ayah Dong Yi?). Awal cerita sageuk memang selalu diwarnai dengan cerita tragis >,<
Jo Gwan Woong adalah tokoh jahat yang tidak diragukan lagi kekejamannya. Tapi aku jadi berpikir, mengapa ia begitu ingin menghancurkan keluarga Yoon? Bukankah ayah Seo Hwa sudah mati, mengapa pula ia malah mengejar Seo Hwa dan bukannya Yoon yang notabene pewaris keluarga Yoon?
Wol Ryung ternyata seorang yang berhati lembut dan baik. Aku jadi bertanya-tanya bagaimana ia bisa berteman dengan So Jung. Dan mengapa So Jung bisa mengendalikan kekuatan Wol Ryung?
Seo Hwa tipikal gadis bangsawan pada masa itu. Terhormat, anggun, dan penuh harga diri. Aku mengagumi keberaniannya dan keteguhannya, tapi sedikit khawatir karena ia sepertinya ia bukan orang yang bisa berpikir panjang. Kekeraskepalaannya bisa menjadi masalah. Bukan berarti aku menganggap ia seharusnya menyerahkan diri menjadi gisaeng dan mengikuti nasib begitu saja, tapi ia cenderung berbuat sesuai emosinya saat itu dan tidak memikirkan yang lainnya.
Apakah ia tidak berpikir apa yang akan terjadi pada adiknya dan Dam jika ia mati?
Setting dan penyutradaraan drama ini sungguh menawan. OST pertama mungkin terasa aneh pada awalnya, tapi lama-lama bisa terbiasa juga dan ternyata keren juga lho. Berbeda dengan sageuk biasanya^^